Memindahkan material ke area yang lebih tinggi membutuhkan sistem conveyor yang tepat. Dalam praktiknya, banyak perusahaan masih bingung memilih antara incline conveyor dan steep incline conveyor. Keduanya memang sama-sama digunakan untuk mengangkut material pada jalur menanjak, tetapi cara kerja, kebutuhan ruang, kapasitas, dan jenis belt yang digunakan cukup berbeda.
Secara sederhana, conveyor adalah sistem pemindahan material yang bekerja melalui jalur tertentu secara terus-menerus. Pada sistem berbasis belt, belting adalah sabuk yang membawa material dengan mengikuti putaran pulley dan dukungan roller.
Pemilihan conveyor tidak sebaiknya hanya berdasarkan harga atau bentuk fisiknya. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan sudut kemiringan, karakter material, kapasitas angkut, serta luas area yang tersedia. Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut perbedaan incline conveyor dan steep incline conveyor yang perlu dipahami.
1. Perbedaan Dasar Incline Conveyor dan Steep Incline Conveyor
Incline conveyor merupakan belt conveyor yang dipasang pada posisi menanjak atau menurun. Jenis ini biasanya menggunakan belt datar, chevron belt, atau cleated belt agar material tidak mudah bergeser selama proses pemindahan.
Incline conveyor cocok digunakan untuk jalur dengan tingkat kemiringan rendah hingga sedang. Sistem ini banyak ditemukan pada pabrik, gudang, area pengolahan material, dan fasilitas distribusi.
Sementara itu, steep incline conveyor dirancang untuk memindahkan material pada sudut yang jauh lebih curam. Conveyor ini menggunakan belt dengan dinding samping dan sekat melintang. Bentuk tersebut menciptakan ruang seperti kantong yang menjaga material tetap berada di atas belt.
Steep incline conveyor biasanya dipilih ketika perusahaan perlu mengangkat material ke posisi tinggi, tetapi tidak memiliki ruang horizontal yang cukup luas.
2. Perbedaan Sudut Kemiringan
Sudut menjadi pembeda paling jelas antara kedua jenis conveyor ini.
Incline conveyor umumnya bekerja dengan baik pada sudut hingga sekitar 18 derajat. Pada kemiringan tersebut, material masih dapat bergerak dengan stabil tanpa mudah tergelincir ke belakang.
Penggunaan chevron belt atau cleated belt dapat membantu conveyor bekerja pada sudut yang lebih tinggi, bahkan mendekati 30 derajat. Namun, hasilnya tetap bergantung pada karakter material yang diangkut.
Beberapa hal yang memengaruhi kemampuan incline conveyor antara lain:
- Bentuk dan ukuran material.
- Tingkat kelembapan.
- Tekstur permukaan belt.
- Berat material.
- Kecepatan conveyor.
Steep incline conveyor dapat bekerja pada sudut lebih dari 30 derajat hingga mendekati 90 derajat. Karena itu, jenis ini lebih sesuai untuk kebutuhan pengangkutan vertikal atau hampir vertikal.
3. Perbedaan Kebutuhan Ruang
Incline conveyor membutuhkan jalur yang lebih panjang untuk mencapai ketinggian tertentu. Semakin tinggi titik tujuan, semakin besar pula ruang horizontal yang dibutuhkan.
Jenis ini cocok untuk pabrik yang memiliki area cukup luas dan tidak memiliki banyak hambatan di sekitar jalur conveyor.
Steep incline conveyor menawarkan kebutuhan ruang yang lebih kecil. Karena mampu bekerja pada sudut curam, panjang jalur conveyor dapat dibuat lebih pendek.
Keunggulan ini membuat steep incline conveyor sesuai untuk:
- Pabrik dengan area terbatas.
- Gudang dengan banyak mesin.
- Fasilitas bertingkat.
- Area produksi yang membutuhkan jalur vertikal.
- Proyek yang ingin mengurangi jumlah peralatan.
Beberapa steep incline conveyor juga dapat dibuat dalam bentuk L atau S. Konfigurasi tersebut memungkinkan satu conveyor menggabungkan jalur horizontal dan vertikal sekaligus.
4. Perbedaan Kapasitas Angkut
Incline conveyor umumnya dapat membawa material dalam kapasitas lebih besar. Hal ini karena hampir seluruh permukaan belt dapat digunakan sebagai area pengangkutan.
Jenis ini sesuai untuk perusahaan yang membutuhkan:
- Aliran material dalam jumlah besar.
- Jalur conveyor yang panjang.
- Proses produksi berkelanjutan.
- Kecepatan pemindahan yang stabil.
Pada steep incline conveyor, bagian sidewall mengambil sebagian ruang di sisi belt. Akibatnya, area efektif untuk membawa material menjadi lebih kecil.
Kapasitas steep incline conveyor dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Lebar di antara sidewall.
- Tinggi cleat.
- Jarak antar-cleat.
- Kecepatan belt.
- Berat jenis material.
Meskipun kapasitasnya cenderung lebih kecil, steep incline conveyor tetap unggul dalam efisiensi ruang.
5. Perbedaan Titik Transfer Material
Titik transfer adalah area tempat material berpindah dari satu conveyor menuju conveyor lain.
Incline conveyor sering membutuhkan tambahan conveyor atau bucket elevator jika harus mencapai posisi yang lebih tinggi. Hal ini dapat menambah jumlah titik transfer.
Semakin banyak titik transfer, semakin besar kemungkinan terjadinya:
- Tumpahan material.
- Debu berlebih.
- Material rusak akibat benturan.
- Penyumbatan pada chute.
- Penambahan biaya perawatan.
Steep incline conveyor dapat mengurangi jumlah titik transfer karena satu sistem mampu menghubungkan jalur bawah dan atas.
Aliran material pun menjadi lebih sederhana. Namun, area loading tetap harus dirancang dengan tepat agar material masuk ke bagian tengah belt dan tidak menumpuk pada satu sisi.
6. Perbedaan Jenis Belt
Incline conveyor dapat menggunakan beberapa jenis belt.
Pilihan yang umum digunakan meliputi:
- Smooth belt untuk material yang stabil.
- Chevron belt untuk memberikan daya cengkeram tambahan.
- Cleated belt untuk menahan material pada jalur miring.
Steep incline conveyor membutuhkan belt dengan konstruksi khusus yang terdiri dari base belt, corrugated sidewall, dan cleat.
Base belt menjadi bagian utama conveyor. Sidewall berfungsi menahan material dari sisi kanan dan kiri. Sementara itu, cleat membantu mencegah material jatuh kembali ke bawah.
Pemilihan belt harus disesuaikan dengan berat, suhu, kelembapan, dan tingkat abrasivitas material. Belt yang tidak sesuai dapat lebih cepat aus atau tidak mampu menahan material secara optimal.
7. Cara Memilih Conveyor yang Tepat
Agar tidak salah memilih, perusahaan dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut.
- Tentukan Sudut Jalur. Gunakan incline conveyor untuk kemiringan rendah hingga sedang. Pilih steep incline conveyor jika jalur yang dibutuhkan sangat curam.
- Hitung Kapasitas Material. Perkirakan jumlah material yang harus dipindahkan setiap jam. Kapasitas conveyor harus mengikuti target produksi.
- Periksa Luas Area. Incline conveyor memerlukan jalur lebih panjang. Steep incline conveyor lebih efisien untuk area terbatas.
- Kenali Karakter Material. Perhatikan ukuran, bentuk, suhu, kelembapan, dan tingkat kekasaran material.
- Pertimbangkan Perawatan. Pastikan teknisi dapat menjangkau belt, roller, pulley, bearing, motor, dan coupling dengan aman.
Kualitas komponen juga tidak boleh diabaikan. Tali Agung menyediakan stok power transmission part yang lengkap dan terus berkembang untuk mendukung kebutuhan conveyor industri. Pengalaman lebih dari 50 tahun membantu Tali Agung memahami bahwa setiap mesin membutuhkan komponen dengan spesifikasi yang berbeda.
Jaringan pemasok nasional dan internasional juga memberi lebih banyak pilihan produk sehingga perusahaan dapat menyesuaikan kebutuhan teknis dengan anggaran yang tersedia.
Pilih Conveyor Sesuai Kebutuhan Industri
Incline conveyor cocok untuk perusahaan yang membutuhkan kapasitas besar dan memiliki ruang horizontal yang memadai. Steep incline conveyor lebih tepat untuk fasilitas yang harus memindahkan material ke posisi tinggi dalam area terbatas.
Pemilihan yang tepat dapat membantu perusahaan menjaga produktivitas, mengurangi tumpahan, dan menekan biaya perawatan.
Apabila perusahaan Anda sedang mencari distributor yang jual conveyor belt, membutuhkan conveyor rollers, atau memerlukan komponen untuk sistem roller conveyor belt, hubungi Tali Agung melalui WhatsApp 0821-4205-2612.
Tali Agung juga menyediakan berbagai kebutuhan power transmission part, termasuk flexible coupling dan grid coupling, untuk mendukung sistem conveyor dan mesin industri Anda.
